21 November 2008

Kecewa

Kubuka mata,
Yang nampak hanya kegelapan
Kututup mata,
Duniaku semakin gelap


Kutarik nafas yang sempat tertinggal
Dibawah jendela kamarmu
Dan kuberharap tak menemukannya lagi
Tapi kau mengembalikannya padaku


Apa yang kau harapkan?
Padahal ada damai dalam gelapku
Kau bukan lagi mentari
Yang selalu menerangi pagiku

02 November 2008

Mimpi

Saat Jakarta mulai terbangun, jalanan ibukota sudah dipenuhi dengan roda jalanan. Seorang bocah berjalan di ramainya pagi itu, tak beralas kaki. Tak ada yang menemani seperti anak kecil diseberang jalan yang dituntun ibunya dengan seragam sekolah dibadannya, berbeda jauh dengan bocah itu, hanya mentari pagi yang setia menerangi setiap langkahnya.
Tatapannya tajam saat melihat sebuah mobil berhenti disebelahnya, mungkin yang ada diimajinasinya dia coba merasakan duduk didalam mobil itu, aah sepertinya tidak,. anak bocah itu tidak senaif itu saya yakin dia hanya bermimpi seperti anak diseberang jalan sana.

29 Oktober 2008

Hanya Rindu

Hanya haru
Hanya pilu
Hanya jemu
Hanya semu

Hanya tak menentu
Hanya mengganggu
Hanya duduk menunggu
Hanya itu yang membuatku rindu

27 Oktober 2008

sudahlah..

Udara pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya
Kabut itu masih mengaburkan pandangan
Dibalik jendela kamar kulihat sebatang pohon hampir tumbang
Sisa hujan lebat tadi malam

Sebait kata terucap
Diheningnya malam itu
"Sudahlah"...


25 Oktober 2008

Pagi Ku


Apa yang lebih berarti daripada tawa?
Adalah sebuah senyuman ..
Seperti berjalan yang lebih penuh arti
daripada berlari,,
Gerimis yang lebih punya keindahan
daripada hujan..
Pagi yang lebih membuat hati tenang
daripada Siang..