aku berdiri dipersimpangan masa lalu
seakan enggan untuk melangkah maju
membuka lembaran baru
untuk lewati setiap indahnya pagi bersamamu
namun ternyata tak ada keindahan yang aku dapat bersamanya
saat aku ambil langkahku untuk berdiri disini
tak ada kesedihan yang aku rasa
namun ada perih dihati
aku tak mungkin terus berdiri disini
aku tak mungkin terus menapakan kaki dipersimpangan ini
tapi aku tak mungkin untuk melangkah
dan aku juga tak mungkin terus dimasa lalu
aku cuma bermimpi
di pagi ku ada rindu
Tampilkan postingan dengan label puisi tentang pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi tentang pagi. Tampilkan semua postingan
10 Juli 2010
17 Januari 2009
Lembaran Pagi
Pesonamu luluhkan waktu
Keelokan nuansa kesejukan
Harmoni menembus haru
Indah tak terlukiskan
Awan biru senandungkan sebait lagu
Iringi langkah mentari yang meninggi
Bebaskan relung jiwa yang terbelenggu
Maknai lembaran-lembaran pagi
Keelokan nuansa kesejukan
Harmoni menembus haru
Indah tak terlukiskan
Awan biru senandungkan sebait lagu
Iringi langkah mentari yang meninggi
Bebaskan relung jiwa yang terbelenggu
Maknai lembaran-lembaran pagi
06 Desember 2008
Indahnya Pagi
Kuinjakan kaki di rerumputan yang masih berembun
Kugenggam dedaunan
Kurasakan kesejukan mengalir dari tangan dan kakiku
Ku lihat kilau mentari yang memantul silaukan mata
Kurentangkan tanganku
Kubiarkan seluruh tubuhku terjamah hangatnya mentari
Ada kehangatan yang membangkitkan semangatku
Bersinergi dengan kesejukan embun yang membasahi hati
Kicauan burung menjadi melodi
Terbang, lalu hinggap dan terbang lagi
Semakin jelas kudengar saat hinggap didepanku
Semkin besar semangat kudapat diawal hariku
Hanya merdu yang kudengar
Hanya indah yang kulihat
Hanya damai yang kurasa
Sejuk dan hangat menjadi warna
Indahnya Pagi
Kugenggam dedaunan
Kurasakan kesejukan mengalir dari tangan dan kakiku
Ku lihat kilau mentari yang memantul silaukan mata
Kurentangkan tanganku
Kubiarkan seluruh tubuhku terjamah hangatnya mentari
Ada kehangatan yang membangkitkan semangatku
Bersinergi dengan kesejukan embun yang membasahi hati
Kicauan burung menjadi melodi
Terbang, lalu hinggap dan terbang lagi
Semakin jelas kudengar saat hinggap didepanku
Semkin besar semangat kudapat diawal hariku
Hanya merdu yang kudengar
Hanya indah yang kulihat
Hanya damai yang kurasa
Sejuk dan hangat menjadi warna
Indahnya Pagi
Pagi Ku Hilang,
Pagi ku hilang,
Apakah kau yang mengambilnya?
Sungguh tega yang mengambil pagiku
Hanya sisakan sisa embun disehelai daun yang jatuh
Pagiku hilang,
Padahal ia begitu berarti
Hariku sempurna saat kunikmati pagiku
Namun kini tak lagi kudapati
Pagiku hilang,
Apakah kau tahu dimana?
Jangan kau coba sembunyikan pagiku
Karena ku pasti akan menemukannya
Apakah kau yang mengambilnya?
Sungguh tega yang mengambil pagiku
Hanya sisakan sisa embun disehelai daun yang jatuh
Pagiku hilang,
Padahal ia begitu berarti
Hariku sempurna saat kunikmati pagiku
Namun kini tak lagi kudapati
Pagiku hilang,
Apakah kau tahu dimana?
Jangan kau coba sembunyikan pagiku
Karena ku pasti akan menemukannya
25 Oktober 2008
Pagi Ku
Pagi yang...
Sesuatu Yang Hilang
24 Oktober 2008
Hujan
19 Oktober 2008
Pagi Yang Sempurna
Kerinduan Pagi
Sepi...
Suara Teriakan itu tak pernah terdengar lagi
Hanya Pagi membentang bertepi senja
Kerinduan beterbangan tertiup angin
Namun tak ku temukan kerinduan di pagi itu
Tiupan angin itu perlahan hilang
saat tetesan kebahagiaan hanya tinggal impian
Kau pergi tinggalkan gersangnya kerinduan pagi
Pagi Yang Takkan Kembali

Apakah salah, jika ku harap kecewa saat aku bahagia?
Padahal mentari tak nampak di pagi itu
Hanya luka yang tertanam di dasar hati
Menungggu hingga pagi yang takkan kembali
Ku untai butiran airmata
Ku rangkai sebagai perhiasan kerinduan
Kan ku kalangkan di dadamu
Sebagai pengganti hadirnya pagi ku
Walau mentari makin meninggi
Namun suasana pagi tak akan terganti
Walau pagi itu takkan pernah kembali
Tapi hangatnya selalu menemani...
Langganan:
Komentar (Atom)





