15 November 2013

Takkan kulepas hingga waktu berakhir

masih kutunggu hadirmu disini
untuk mengisi indahnya pagi
temani aku dan mereka yang sudah merindukanmu

waktu yang kan hadir itu
terasa teramat lama
meski hanya hitungan hari saja

mereka akan bisa mengerti
kenapa aku akan sangat mencintai
walau kau bukan yang pertama
menjadi permaisuri dihati

kau akan melengkapi kebahagiaan yang ada
tak sabar kubisa memelukmu dengan erat
dan mungkin takkan kulepas hingga waktu berakhir


Sisi Pagi

Waktu itu kulihat
sinar matamu pancarkan cahaya
namun hati ini tak bisa menerima indahnya dirimu

meski waktu kan berlalu
namun pagi ini pasti kurindu
indahnya dunia bersama dirimu takkan kulupa

harus ku akui
kecantikanmu laksana bidadari
kemarin dirimu hadir disisi pagiku
meski tak kudapati disisi pagi yang lain

salahkan rindu yang kupunya
yang setiap pagi hadirkan gelisah bersama airmata
akankah kebersamaan kembali hadirkan kebahagiaan


Amazing Pagi

Tak henti-hentinya kudengar suaramu hingga menjelang pagi
meski mata tak lagi terjaga
meski tersadar bukan masanya

Hilang rindu
disaat hari yang lalu kuingin terbang menemuimu
benamkan duka
manakala pagi ini hadirkan suka

Entah keajaiban apa yang hadir pagi ini
melihat kecantikan bidadari kecil
menangis dipelukanku
Amazing pagi...

05 Juni 2013

Entahlah


Entahlah
Kenapa pagi ini tak kudengar burung bernyanyi
Padahal mentari begitu teriknya
Meski tadi kulihat hinggap diranting pohon seberang jendela

Entahlah
Kenapa tadi malam ku merindukan bintang
Padahal setiap malam ku selalu ditemani kehangatan rembulan
Meski tadi kulihat sepinntas di pekatnya malam

Entahlah
Kenapa kubisa terjatuh kemarin
Padahal tak ada yang mendorongku
Meski sempat tersadar untuk segera bangkit

Entahlah
Kenapa tak kudengar(lagi) ucapan selamat pagi
Terlalu hitam gelapnya malam?

mAAf

Dari awal pagi
Hingga pagi kembali
Keindahan mentari pagi tak terlihat pagi ini

Dari dasar hati
Dari awal pagi
Harus lewati hari

Untuk sampai disini
Mungkin terlalu lama Harrus menunggu senja
Untuk ungkapkan kata
Maaf

10 Juli 2010

Di pagi ku ada rindu

aku berdiri dipersimpangan masa lalu
seakan enggan untuk melangkah maju
membuka lembaran baru
untuk lewati setiap indahnya pagi bersamamu

namun ternyata tak ada keindahan yang aku dapat bersamanya
saat aku ambil langkahku untuk berdiri disini
tak ada kesedihan yang aku rasa
namun ada perih dihati

aku tak mungkin terus berdiri disini
aku tak mungkin terus menapakan kaki dipersimpangan ini
tapi aku tak mungkin untuk melangkah
dan aku juga tak mungkin terus dimasa lalu

aku cuma bermimpi
di pagi ku ada rindu

10 Agustus 2009

Dari pagi hingga pagi kembali

Semua tak mengerti apa yang aku rasakan sejak aku mengenal kamu, termasuk kamu. saat aku berdiri diantara kesalahan, dan aku harus menunggu dalam ketidakmungkinan. kamu tahu keindahan yang kamu butuhkan semuanya dapat aku berikan, aku selalu ada saat kamu merasa sendirian, namun selama itu kamu hanya beri aku kebahagiaan di pagi hari, padahal aku bernafas dari pagi hingga pagi kembali.
aku tak tahu pasti sampai kapan kepedihan ini menemani, tapi yang pasti sampai kapanpun aku akan menemani dan mencintaimu dalam kepedihan ini.

21 Mei 2009

Air mata

Kan menjadi kerinduan pagi

Tak mudah bagiku menyimpan mawar saat melati telah memenuhi taman hati ini. walau masih ada ruang yang kusisakan, tapi tak banyak yang mengetahuinya termasuk kamu. saat kubuka mata, saat pagi terjaga saat itu biasanya kusandarkan mimpi tuk bisa kembali, walau hanya sebatas mimpi.

Kucoba untuk melawan hati dengan ataupun tanpa adanya untaian kata, meski tak bemakna tapi berguna. Meski noda itu melumuri badanku, dan airpun tak mampu menghilangkan semuanya kini kucoba jalani hidup tanpa adalagi mawar terlihat didepan jendela kamarku yang biasanya tersenyum seiring mentari pagi.

Semoga aku bisa menjadi mentari yang kan selalu menyinari bumi sepanjang hari, meski tak sepanjang malam.,

Selalu dihati..

Semuanya kan berakhir pagi ini seiring mentari yanga mulai meninggi, tak banyak yang telah aku berikan. Hanya seutas tali untuk mengikat hubungan kita agar selalu ada, selalu dihati. Didunia ini tidak ada yang pasti, yang pasti hanya ketidakpastian itu sendiri itu yang pernah aku baca, dan memang benar adanya. didunia ini tidak akan ditemukan sebuah kepastian.
Seperti sebuah buku, yang mampu menceritakan berbagai kisah namun akhirnya akan didapat sebuah ending yang tak semuanya sesuai dengan harapan ataupun keinginan kita.

Tak Berjudul

Cakrawala pagi menusuk ke relung hati
Saat kabut tebal mulai selimuti bumi
Aku terdiam menyaksikan indahnya pagi
...

25 Februari 2009

Pagi, tak lagi pagi

Harapan itu sedang duduk manis di taman yang terabaikan
Menunggu Hujan
Saat pagi tak lagi pagi
Menunggu mentari yang tak mau meninggi

Hanya tetes airmata basahi bunga yang sedang mekar
Beri kesedihan
Taburkan duka yang membekas hingga tepi senja
Yang akan terhapus dengan tawa kerinduan

Asa yang tersisa
Coba mencari makanan dari akar yang tertancap kuat katanah

Hujan yang dinanti akhirnya menyentuh bumi
Gemericiknya bangunkan daun yang tertidur
Basahi dahan yang tak sanggup lagi menahan kuatnya harapan

17 Januari 2009

Lembaran Pagi

Pesonamu luluhkan waktu
Keelokan nuansa kesejukan
Harmoni menembus haru
Indah tak terlukiskan

Awan biru senandungkan sebait lagu
Iringi langkah mentari yang meninggi
Bebaskan relung jiwa yang terbelenggu
Maknai lembaran-lembaran pagi

06 Desember 2008

Indahnya Pagi

Kuinjakan kaki di rerumputan yang masih berembun
Kugenggam dedaunan
Kurasakan kesejukan mengalir dari tangan dan kakiku
Ku lihat kilau mentari yang memantul silaukan mata


Kurentangkan tanganku
Kubiarkan seluruh tubuhku terjamah hangatnya mentari
Ada kehangatan yang membangkitkan semangatku
Bersinergi dengan kesejukan embun yang membasahi hati

Kicauan burung menjadi melodi
Terbang, lalu hinggap dan terbang lagi
Semakin jelas kudengar saat hinggap didepanku
Semkin besar semangat kudapat diawal hariku

Hanya merdu yang kudengar
Hanya indah yang kulihat
Hanya damai yang kurasa
Sejuk dan hangat menjadi warna
Indahnya Pagi

Pagi Ku Hilang,

Pagi ku hilang,
Apakah kau yang mengambilnya?
Sungguh tega yang mengambil pagiku
Hanya sisakan sisa embun disehelai daun yang jatuh

Pagiku hilang,
Padahal ia begitu berarti
Hariku sempurna saat kunikmati pagiku
Namun kini tak lagi kudapati

Pagiku hilang,
Apakah kau tahu dimana?
Jangan kau coba sembunyikan pagiku
Karena ku pasti akan menemukannya

Aku Tak Bisa Menjadi Bukan Aku

Aku tak pernah bisa menjadi bukan aku
Walau mentari berputar hingga kumati
Kau hirup udara pagiku
Aku tetap tak bisa terus mencintaimu

Hatimu telah kugenggam
kucoba letakkan diatas kecewa
Tak kuharapkan ia terbang menjauh
Agar dapat kulihat saat terbakar teriknya mentari dimusim panas

Kupejamkan mataku
Kucoba tuk melupakanmu
Tapi aku tak pernah bisa menjadi bukan aku
aku tetap tak bisa terus tak mencintaimu

Rindu Yang Tertinggal

Bis mulai berjalan pelan menerobos gelapnya pagi
Air hujan yang tertahan dari tadi malam mulai berjatuhan
Kaca jendela yang tak bisa kututup
Basahi sebagian tubuhku

Ada rindu yang tertinggal
Berbaris dibalik bukit yang kulalui
Hamparan sawah yang mulai menguning
Tinggalkan Rindu yang semakin tertinggal

Semua kenangan
Takkan pernah kulihat
Hingga ia dan mimpiku ada didepan mata

Kesedihan dalam harapan

Ada harap yang tersirat
Ada mimpi yang terperi
Ada rindu yang terbelenggu
Ada harapan dalam kesedihan

Saat langit bersedih
Meneteskan air hujan yang basahi rambutmu
Terlihat kesedihan dikedua bolamatamu
Terucap lirih "Wujudkan mimpimu sebelum kumati"

21 November 2008

Kecewa

Kubuka mata,
Yang nampak hanya kegelapan
Kututup mata,
Duniaku semakin gelap


Kutarik nafas yang sempat tertinggal
Dibawah jendela kamarmu
Dan kuberharap tak menemukannya lagi
Tapi kau mengembalikannya padaku


Apa yang kau harapkan?
Padahal ada damai dalam gelapku
Kau bukan lagi mentari
Yang selalu menerangi pagiku

02 November 2008

Mimpi

Saat Jakarta mulai terbangun, jalanan ibukota sudah dipenuhi dengan roda jalanan. Seorang bocah berjalan di ramainya pagi itu, tak beralas kaki. Tak ada yang menemani seperti anak kecil diseberang jalan yang dituntun ibunya dengan seragam sekolah dibadannya, berbeda jauh dengan bocah itu, hanya mentari pagi yang setia menerangi setiap langkahnya.
Tatapannya tajam saat melihat sebuah mobil berhenti disebelahnya, mungkin yang ada diimajinasinya dia coba merasakan duduk didalam mobil itu, aah sepertinya tidak,. anak bocah itu tidak senaif itu saya yakin dia hanya bermimpi seperti anak diseberang jalan sana.